Sebelumnya selamat datang di label info menarik dari sketchupblog. Mungkin kategori ini adalah kategori yang paling tidak berhubungan dengan tutorial sketchup dan vray. Disini saya sebagai admin sketchupblog akan mencoba berbagi pengalaman tentang desain, visualisasi ataupun jasa freelance lainnya.
Beberapa minggu yang lalu disebuah grup 3d di facebook, saya menemui posting yang sederhana tetapi mendapatkan respon yang luar biasa. Dalam posting tersebut hanya menanyakan tentang harga jasa freelance. Ketika berhubungan dengan jasa ataupun "uang" segala sesuatu bisa menjadi sangat rumit, terutama pada bidang 3d. Karena penentu harga jasa freelance seseorang tidaklah sama antara freelancer yang satu dengan freelancer yang lain. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, al :
- Lokasi atau tempat anda berada
- Tingkat kesulitan
- Kualitas pekerjaan anda
- Dan klien itu sendiri
1. Kenapa lokasi sangat menentukan?
Mungkin kita sudah tahu gambaran atau garis besar kehidupan dikota besar dan di kota yang kurang besar. Sebagai perbandingan sederhana tapi tidak bisa dijadikan acuan, adalah perbedaan upah atau yang sering disebut UMK. Sebagai perbandingan kita lihat daftar umk dua kota yang masih satu propinsi di jawa timur.
- Surabaya dengan Rp. 3.045.000,-
- Malang dengan Rp. 2.099.000,-
Kenapa saya menggunakan Surabaya dan Malang sebagai perbandingan? Karena saya pernah berada di dua kota ini. Malang sebagai tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, sedangkan Surabaya adalah kota tempat saya mencari nafkah dan belajar segala sesuatu tentang kehidupan. Dan mungkin saya adalah salah satu sedikit Aremania yang juga berhati Bonek.(hehehe) Dan satu lagi domisili kita sebagai freelancer juga menentukan.
Kembali ke tema pembahasan.
Dari perbeedaan standart gaji diatas saja kita sudah bisa mengetahui bahwa ada perbedaan besar yang hampir 50%. Tapi itu hanya sebagai perbandingan. Dan apakah kita akan menerapkan harga fee freelance yang sama ketika kita mendapat job dari 2 kota tersebut? Jika kita yakin dengan kualitas kita, kita boleh menerapkan harga yang sama. Tapi jika kita merasa kurang yakin dengan kualitas kita, maka itu menjadi point utama yang bisa dijadikan alasan untuk memberikan perbedaan harga.
Surabaya.
Sebagai kota besar masih banyak konsultan desain di surabaya. Masih banyak konsultan desain yang membidik pasar kelas atas. Jadi kita bisa memilih diantara banyak pilihan.
Malang.
Kota besar juga, tapi masih terlalu awam bagi freelancer seperti kita. 3d visualizer, interior design, modeller, dll. Dan di Malang masih belum terlalu banyak konsultan desain yang membidik pasar menengah atas. Jadi untuk mencapai fee yang tinggi dengan bekerja sama dengan konsultan desain yang membidik pasar menengah masih cukup sulit.
Surabaya.
Sebagai kota besar masih banyak konsultan desain di surabaya. Masih banyak konsultan desain yang membidik pasar kelas atas. Jadi kita bisa memilih diantara banyak pilihan.
Malang.
Kota besar juga, tapi masih terlalu awam bagi freelancer seperti kita. 3d visualizer, interior design, modeller, dll. Dan di Malang masih belum terlalu banyak konsultan desain yang membidik pasar menengah atas. Jadi untuk mencapai fee yang tinggi dengan bekerja sama dengan konsultan desain yang membidik pasar menengah masih cukup sulit.
Misalnya saja kita menentukan jasa kita sebesar Rp. 2.000.000,- untuk setiap desain. Kita mungkin masih bisa menemukan pasar yang tepat untuk kota sebesar Surabaya, karena di Surabaya masih banyak konsultan desain yang bertipe high end atau kelas atas. Dan jika kita mendapatkan klien seperti ini maka kualitas yang menjadi prioritas(tanpa mengesampingkan dateline/waktu). Jika kita menerapkan harga sama bagi freelancer yang berdomisili di kota Malang, maka saya memperkirakan hanya ada 1 atau 2 klien yang setia menggunakan jasa kita. Berbeda jika kita berdomisili di Surabaya dan mendapatkan klien di kota Malang.
2. Tingkat kesulitan
Mungkin pada bagian ini semua freelancer setuju jika kita memberika perbedaan harga. Dengan catatan, tingkat kesulitan bisa dibilang ekstrem untuk project project tertentu. Misalnya saja kita mendapat project modelling karakter dengan project modelling furniture (dengan software apa saja). Pastinya project modelling karakter akan lebih mahal daripada project modelling furniture.
3. Kualitas
Ini yang mungkin agak sedikit sensitif. Karena tidak semua orang mau mengakui kualitas pekerjaan masing-masing. Ada yang merendah dengan kata " masih belajar gan..." dan ada juga yang ngeles dengan kata-kata "maaf dateline ketat jadi gk bisa kasih output yang maksimal..."
Akan lebih baik jika kita sering melihat karya 3d visual orang lain, untuk sekedar membandingkan pekerjaan kita. Apakah sudah cukup atau sudah istimewa. Dengan lebih sering melihat karya-karya orang lain, maka kita akan lebih mengetahui batasan kita, dan bisa memacu kita untuk menjadi lebih baik lagi.
Dan jangan terlalu memaksakan fee desain yang tinggi jika kita merasa kualitas kita belum terlalu mumpuni. Karena hanya dengan fee yang sedikit lebih rendah itu kita bisa memberikan nilai lebih. Dan jangan lupa untuk terus belajar dan belajar. Apakah kita mau fee desain kita tetap berada di harga yang rendah? Tentunya tidak bukan. Jika kita sudah merasa semakin baik, maka kita bisa menawarkan harga yang tinggi kepada klien dengan catatan output yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya. Karena berdasarkan pengalaman dengan konsultan interior, mereka akan menerima dengan harga yang tinggi jika kualitas kita semakin baik.
4. Tipe klien
Kenapa klien berpengaruh?
Khususnya pada bidang interior dan eksterior, kadang ada klien yang menganggap 3d visual hanya sebagai tambahan untuk presentasi. Bukan jadi point utama untuk menarik perhatian customer mereka. Jadi klien tipe ini hanya menuntut visualisasi alakadarnya, tidak mementingkan kualitas visualisasi. Tetapi tidak semua project interior dan eksterior menuntut hasil yang demikian.
Menurut saya pribadi ada 2 hal yang mungkin bisa dijadikan acuan, al :
- Penampilan klien
- Besar tidaknya perusahaan klien
- Karakter klien itu sendiri
Mungkin pada bagian penampilan semua sudah bisa membayangkan apa yang bisa kita baca dari klien.
Pada bagian perusahaan klien kita, itu juga sangat mempengaruhi. Misal klien kita membidik customer kelas menengah atas, maka mereka akan sangat menjaga image dari perusahaan mereka, jadi klien type ini biasanya menuntut kualitas yang baik. Mereka terkadang tidak terlalu mempermasalahkan fee yang yang kita minta. Ada peribahasa jawa yang pas dengan klien seperti ini.
" Ono rego ono rupo"
Artinya adalah ada harga ada kualitas. Dan klien seperti inilah yang bisa membuat kita tidur nyenyak(hehehe).
Pada bagian karakter klien, kita akan bisa menilai karakter seseorang sesuai dengan pengalaman kita bertemu dengan orang lain. Semakin sering bertemu dengan orang baru, maka akan semakin menambah pengetahuan kita tentang menilai karakter seseorang dengan cepat. Dan setiap karakter adalah berbeda, kita tidak bisa menerapkan perlakuan yang sama pada karakter yang berbeda.
Itulah tadi beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita ingin menentukan fee dari jasa kita. Disini tidak ada harga yang menjadi patokan. Karena kita bekerja di bidang seni, yang dimana hanya orang-orang yang bisa menilai karya kita yang bisa menghargai kerja kita. Dan biasanya orang yang mampu menghargai pekerjaan orang lain itulah yang bisa merubah dunia.
Disini kita dituntut untuk menjadi fleksibel, tidak mungkin kita menerapkan harga yang sama untuk seluruh indonesia. Bahkan untuk pekerjaan sipil saja ada perbedaan harga tergantung dari indeks kota dimana pekerjaan tersebut berada. Dan janganlah kita menyalahkan atau mengecam freelancer yang memberikan fee yang sangat sangat sangat rendah. Mungkin disitulah harga dari karya mereka. Dan bagi para senior yang sudah mempunyai range harga di kisaran 7 atau 8 digit angka, itu bukanlah kompetitor bagi anda. Karena segala sesuatu akan menemukan habitatnya masing masing. Harga tinggi akan bertemu dengan pasarnya, dan harga rendah akan bertemu juga dengan pasarnya. Dan itulah hukum alam.
Yang paling penting jika kita ingin menjadi full time freelancer adalah attitude kita. Sebagai freelancer, kita tidak bisa bermain main dengan attitude. Profesional hukumnnya wajib. Dan jangan mencari cari alasan untuk pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu. Semua pekerjaan harus selesai tepat waktu. Dan bagaimana kita mau mencapai harga tinggi jika kita sering terlambat menyerahkan hasil pekerjaan kita.
Salam sukses!!!

EmoticonEmoticon